Istiqomah

Saya itu, ya saya. Gitu aja dech heheheh. Kalau mau diskusi tentang menulis, pembelajaran bahasa Indonesia, atau tentang Parenting silakan. Boleh via H...

Selengkapnya

Tugas Mendadak Itu Hanya Alasan

Tugas Mendadak, Hanya Alasan

Selalu ada seribu alasan bagi perempuan untuk memenuhi sahwat berdandan dan nyandang. Dari sekadar alasan kebutuhan pokok hingga demi menjaga prestise dan pergaulan. Tak jarang memaksakan diri berhias dan berpakaian mewah hanya demi "memanjakan orang lain."

Soal ini pun, sesuai kodrat perempuan, saya tak bisa menghindari sepenuhnya. Saya memang tidak fashion minded dan tidak pandai berdandan. Selain itu juga suka merasa terlalu sayang bila harus boros soal pakaian. Ceritanya jadi lain ketika ada alasan yang bisa dikatakan "terpaksa". Meski sejatinya menyenangkan.

Seusai menjalankan tugas penyusunan soal program Multisubject Teaching (MST), saya berencana langsung pulang. Di samping memang tidak ada agenda lain, saya juga sudah membeli tiket pulang ke Malang. Kebetulan juga suami berencana berangkat ke luar Jawa dengan penerbangan paling pagi lewat Bandara Juanda.

Pada hari kedua berkegiatan di ibu kota, tiba-tiba Mas Pemred meminta saya menggantikannya mengajar SaguSabu di Bandung akhir minggu ini. Artinya, usai dari sini saya langsung cus ke Bandung. Terpaksa suami mengubah jadwal penerbangannya agak siang agar bisa ketemu saya sebelum berangkat. Lagian beliau memang belum beli tiket. Maklumlah, kami berdua memang selalu kasmaran. Everlasting love, begitu kata orang sono.

Bukan soal cinta dan rindu menggebu yang jadi persoalan. Namun, bekal baju ganti yang tidak mencukupi.

Jadilah saya "terpaksa" membuka dompet lebih lebar demi mendapatkan kostum panggung yang tidak bau. Secara itung-itungan, adalah lebih untung berbelanja baju baru di Blok M Square daripada me-laundry-kan baju. Bayangkan, hanya dengan uang Rp 110.000 saya bisa dapat satu hem cantik. Cukup beli dua potong. Eh, yang satu agak berkelas sih karena harganya lebih mahal. Dikit. Yakni Rp 170.000. Plus satu celana seharga Rp 140.000. Ketiganya bisa saya pakai berulang, bukan? Bandingkan dengan biaya laundry sepotong celana seharga Rp 35.000. Sayang ah.

Urusan wilayah "pedalaman," tidak terlalu masalah. Selain saya fanatik dengan merk tertentu, saya punya trik tersendiri. Cukup memanfaatkan beberapa tetes shampo hotel untuk mencucinya lalu keringkan dengan hair dryer. Kalau capek, gak perlu sampai kering. Cukup sampai lembab. Selanjutnya, kibarkan saja di kamar mandi. Bukankah kamar mandi adalah wilayah teritorial yang merdeka?

Minggu malam kalau suami menegur, "Beli gombal lagi. Lemari sudah penuh tuh," saya bakal punya alasan.

"Terpaksa, Mas. Kan ada tugas mendadak."

Sejujurnya, tugas mendadak hanya alasan. Begitu mendapat surat tugas ke hotel di dekat Blok M, shopping planning cantik langsung mewarnai pikuran saya. Pilihan mode baju kekinian plus cantik, dengan tawaran harga yang murah sungguh laksana godaan setan yang memabukkan.

Bayangkan, sepotong blouse cantik yang di Malang dibandrol seharga Rp 450.000, bulan lalu bisa saya dapatkan hanya dengan Rp 270.000. Bahkan, saya pun berhasil membawa pulang blouse cantik hanya dengan selembar rupiah warna biru.

Begitulah, selalu ada alasan bagi perempuan untuk memenuhi sahwat nyandangnya.

Anda seorang suami? Jangan coba-coba mengritisi kebiasaan istri berdandan baju baru. Kecuali, Anda benar-benar yakin istri Anda kelewatan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Oh iyaaaa gitu ya Bu Yuli. Maaf tulisan candaan ini

10 Aug
Balas

Hebat, mantabs, lanjutkan

10 Aug
Balas

He....he......ini benar2 aku banget...

10 Aug
Balas

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali